Pangkalan Batu Nyaris Tak tersentuh Pemerintah

BAZNAS & Rumah Sehat BAZNAS Siap Bantu

PANGKALPINANG – Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan  mengunjungi salah satu dusun terpencil Pangkalan Batu Desa Ranggung Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan. Kedatangan ini dalam rangka bersilaturahmi sekaligus penyerahan bantuan sembako dan pengobatan gratis bagi 30 Kepala Keluarga dengan 210 jiwa yang tinggal di dusun ini. Pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan disebuah langgar milik warga Dusun Pangkalan Batu.

Direktur Rumah Sehat BAZNAS Indonesia dr. Meizi Fahri Ahmad menyatakan pihaknya bersama dengan sejumlah mitra akan membantu dengan membuat program atau semacam pengembangan potensi masyarakat bahwa akses dan fasilitas terbatas yang selama ini dirasakan oleh warga Dusun Pekalan Batu yang sebetulnya memiliki potensi yang sangat luar biasa. Yakni tidak hanya dibidang kesehatan, tapi juga penyediaan sarana air bersih, sarana pengembangan pertanian.

IMG_4938
Akses menuju Dusun Pangkalanbatu

Termasuk ke depan akan di bangun untuk akses jalan lebih baik dan lancar misalnya melalui jalur darat, mengingat selama ini akses satu-satunya yang bisa ditempuh warga adalah dengan melalui jalur transportasi sungai. Sedangkan selama ini juga nyaris belum pernah tersentuh oleh program-program yang digulirkan. Termasuk seperti yang dilakukan oleh BAZNAS Bangka Belitung, Rumah Sehat Baznas Indonesia dan BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan, sangat disambut antusias oleh warga,”sebutnya.

Rumah Sehat Baznas Indonesia juga ingin berbuat tidak hanya dalam bidang pengobatan atau kesehatan. Tapi juga mendorong agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi yang luar biasa ini. Termasuk peran Lazis PLN juga kita harapkan dapat berbuat lebih baik misalnya penyediaan fasilitas penerangan atau listrik dan pendidikan demi kepentingan masyarakat.

“Bersama masyarakat Pangkalan Batu saya juga sangat senang, terutama atas sajian menu masakan ikan sungai lempah kuning, ikan goreng bumbu kunyit dan sejumlah menu-menu lainnya dengan rasa yang luar biasa. Dan ini membuat semangat saya semakin muncul datang kesini, meskipun sebelumnya saya sedikit di takut-takuti dengan ada buaya, ular dan sebagainya,’’ sebut dr. Fahri sembari disambut tawa warga Dusun Pangkalan Batu yang hadir.

Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Sofyan Tsauri mengaku prihatin dengan kondisi akses serba terbatas dan jauh lebih memadai yang diterima masyarakat Pangkalan Batu. Namun demikian ia tetap berharap semangat beragama masyarakat muslim yang ada di dusun juga harus semakin meningkat sembari mencapai cita-cita yang diharapkan.

“Kami akan terus mengajak kepada semua masyarakat untuk semakin mencintai Islam. Karena kami juga peduli dengan kondisi masyarakat khususnya masyarakat di Pangkalan Batu ini tidak hanya dibidang kesehatan, tapi juga pemberdayaan ekonomi dan pendidikan,”sebut Sofyan lagi.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Bangka Selatan H. Junaidi berjanji akan memanfaatkan program-program yang ada di  BAZNAS Bangka Belitung untuk merubah pola bantuan yang lebih baik bagi masyarakat Dusun Pekalan Batu ini, karena memang selama ini terbukti bahwa masyarakat di daerah ini memang jarang tersentuh bantuan dari pemerintah.

Lika-liku kami di BAZNAS ini sudah kami rasakan dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Namun Insya Allah dengan semangat dan ikhlas untuk tujuan ibadah dan umat, maka apapun harus tetap dijalani, apalagi ini juga menjadi tugas yang sangat penting, mengingat jumlah angka kemiskinan di Bangka Selatan sampai saat ini masih sangat tinggi. Karena itu kalau ada yang sakit, maka bisa berobat ke Rumah Sehat BAZNAS gratis. Silahkan siapkan dan ajukan Surat Keterangan Tidak Mampu melalui pemerintah setempat,’’sebutnya.

Ketua MUI Bangka Selatan sekaligus Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan, H. Rosidi Mahfuz juga berjanji akan membantu untuk akses pendidikan setidaknya bagi 10 anak-anak di Dusun Pekalan Batu.

“Melalui pondok pesantren yang kami miliki sekarang ini, Insya Allah kami siap membantu untuk akses sekolah secara gratis setidaknya bagi 10 anak, dan semua fasilitas akan ditanggung pondok pesantren. Karena memperoleh akses pendidikan dan hak mendapatkan ilmu pengetahuan baik itu umum ataupun agama itu penting dan hak bagi setiap orang, “ sebutnya lagi.

Rangkaian silaturahmi ditutup dengan penyerahan bantuan yang diserahkan langsung oleh Direktur Rumah Sehat Baznas Indonesia dr. Meizi Fahri Ahmad didamping Manajer Rumah Sehat Baznas PT. Timah Pangkalpinang dr. Julian, Ketua BAZNAS Bangka Belitung H. Sofyan Tsauri dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan H. Junaidi dan lainnya. Pengobatan gratis disambut antusias oleh para warga Pekalan Batu dari mulai anak-anak sampai orang tua ikut berobat. (Iya)

Sumber : BabelPos
Foto : Arie Oktafriyanto
×

Assalamualaikum,

Tinggalkan pesan anda.

× Assalamualaikum