Ramadan, Momentum Menata Kembali Perekonomian Umat

BAZNAS sebagai badan resmi penurkan zakat, infak dan sedekahnya dengan mudah, cepat, aman dan tepat sasaran.
Berbagai kemudahan yang disediakan antara lain layanan jemput zakat, pembayaran di kantor dan pusat perbelanjaan, pemotongan gaji (zakat payroll system) dan layanan pembayaran melalui ATM serta electronic channel
perbankan.

Dalam penyalurannya, BAZNAS membuat program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan dengan konsep menghargai dan memberdayakan. Beberapa contoh program penyaluran BAZNAS di antaranya adalah: Tim layanan aktif Umar bin Khattab yang setiap hari berkeliling Jabodetabek melakukan survei, mendengarkan kebutuhan dan menyampaikan langsung bantuan kepada kaum yang membutuhkan. Paket Ramadan BAZNAS (PRB) mengantarkan sembako untuk fakir miskin melalui Gojek, tanpa mereka harus berdesakan antre. Pesantren wirausaha, disiapkan untuk mencetak wirausahawan-wirausahawan baru. BAZNAS Tanggap Bencana, disiagakan untuk membantu mereka yang membutuhkan saat mendapatkan bencana alam, kebakaran atau kebanjiran. Rumah Sehat BAZNAS siap merawat dan menjaga kesehatan masyarakat kurang mampu secara gratis.

Memperhatikan jumlah dana yang beredar selama Ramadan dan lebaran, sadarkah kita, bahwa banyak ratusan trilyun dana tidak mengalir ke kantung-kantung muslim? Muslim mem banjiri pusat-pusat perbelanjaan yang nyaris semuanya milik umat lain. Kemampuan membelanjakan uang yang begitu besar dalam waktu yang singkat itu membuktikan bahwa sesungguhnya umat Islam itu kaya. Sayangnya karena tidak disalurkan dalam bentuk produktif, maka setelah Lebaran tetap saja kondisi ekonomi umat Islam terpuruk.

Sebagian dana dari Rp160,4 trilyun tersebut dibawa saat mudik, diperkirakan rata-rata uang yang dibawa pemudik sebesar Rp2,5-5 juta/keluarga. Karena itu BAZNAS mengkampanyekan program Devisa Mudik, yaitu masyarakat diimbau tidak menghabiskan uangnya dalam bentuk oleh-oleh yang dibeli di kota, tetapi dialihkan sebagian untuk pembelian oleh-oleh lokal di daerah tujuan mudik; dan sebagian lagi diberikan dalam bentuk produktif seperti kambing, modal kerja warung, mesin jahit atau simpanan. Dengan program ini, diharapkan terjadi aliran dana produktif ke daerah sehingga ke daerah sehingga perekonomian di daerah tumbuh.

Begitu banyak keutamaan Ramadan. Jika secara individu, salah satu manfaat berpuasa itu adalah menyehatkan, maka jika seluruh masyarakat menata kembali pola konsumsinya selama Ramadan dan Lebaran, insya Allah perekonomian umat Islam juga akan sehat.

Oleh : Emmy Hamidiyah | Anggota BAZNAS

Sumber : pusat.baznas.go.id