BAZNAS – PT. TIMAH Bangun Rumah Sakit Gratis di Pangkalpinang

Foto-Timah-1Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerjasama dengan PT Tambang  Timah menandatangani perjanjian kerjasama untuk membangun Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pangkalpinang. Acara penandatanganan dilakukan di Kantor PT Timah Jl Medan Merdeka Timur No.15, Jakarta Pusat, Senin (16/3).

Sebagai permulaan, PT Timah menyalurkan dana untuk pembelian alat kesehatan dan furnitur RSB yang secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama PT Timah, Sukrisno kepada Ketua Umum BAZNAS, Prof Dr Didin Hafidhuddin MSc. Sedangkan gedung RSB saat ini sedang dalam proses pembangunan dan diperkirakan selesai pada Juli nanti.

Program ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu di wilayah Pangkal Pinang dan sekitarnya.

Sukrisno mengatakan, penyaluran dana CSR ini merupakan bentuk partisipasi PT Timah kepada pemerintah dalam pelayanan kesehatan. Dengan membangun RSB ini diharapkan juga menambah keberkahan penghasilan seluruh karyawan yang saat ini telah dipotong zakat 2,5%.

“PT Timah menambang timah dalam suatu saat akan habis, maka kami harus memberikan suseatu yang bermanfaat bagi jangka panjang seperti pembangunan RSB ini,” katanya.

Foto-Timah-2Kompleks RSB Pangkalpinang memiliki luas bangunan 2.300 meter persegi yang dilengkapi dengan masjid, rumah dinas dokter dan perawat. Lokasinya berada di Jl. RE Martadinata yang strategis karena relatif dekat dengan pelabuhan.

Didin Hafidhuddin mengatakan, kerjasama ini sangat istimewa karena PT Timah memberikan fasilitas istimewa dalam kompleks RSB ini. “Bangunan RSB dilengkapi dengan masjid, rumah dokter dan asrama untuk perawat yang belum pernaha ada di kota lain. Ini merupakan tipe yang perlu dikembangkan,” katanya.

Ia menambahkan, zakat diambil dari orang kaya setempat dan disalurkan kepada masyarakat miskin di tempat tersebut. Seperti halnya PT Timah yang beroperasi di wilayah Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dan memberikan manfaat bagi warga di kota itu.

Selama ini Program RSB yang dibangun di empat kota yaitu Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, dan Makassar telah melayani lebih dari seratus ribu mustahik. Bantuan bukan hanya diberikan kepada orang sakitnya, tapi juga kerabat yang menunggui selama pasien mendapatkan perawatan.

Sumber : Media Indonesia, 23 Maret 2015