WZF: Zakat untuk Kesejahteraan Global

pembicara-dalam-konferensi-zakat-internasional-di-new-york-_140601180844-281REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Isu startegis muncul dalam Konferensi Zakat Internasional atau World Zakat Forum (WZF) yang digelar di New York pada Rabu-Kamis (28-29/5) lalu. Intinya, bagaimana mengoptimalkan potensi zakat dan menjadikan zakat sebagai instrumen utama dalam upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan pendapatan.

Dalam siaran pers yang disampaikan Baznas kepada ROL, Ahad (1/6), menyebutkan,diperlukan adanya penguatan kerja sama global dalam pengelolaan zakat. Sehingga hal tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat manusia, khususnya umat Islam.
Konferensi ini bertujuan untuk membangun sinergi dan koordinasi antar stakeholder strategis perzakatan dunia, mulai dari kalangan praktisi lembaga zakat, akademisi, ulama, hingga LSM yang memiliki perhatian terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan ekonomi. Belasan negara hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Indonesia, Amerika Serikat, Malaysia, India, Sudan, Afrika Selatan, Yaman, Turki, Bosnia Herzegovina, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan lain-lain.
Para peserta konferensi  juga sepakat bahwa WZF harus menjadi tempat bertukar gagasan dan pemikiran terkait pengembangan perzakatan, fasilitator komunikasi dan kerjasama zakat lintas negara dan lintas regional, serta media untuk meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan zakat.
Menurut pengurus BAZNAS Ahmad Mukhlis Yusuf, salah satu variabel penting yang perlu mendapat perhatian adalah good zakat goernance. “Good zakat governance ini merupakan faktor kunci yang menentukan kualitas pengelolaan zakat, apakah publik percaya dengan lembaga zakat, maupun apakah zakat bisa memiliki dampak positif secara ekonomi dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan,” jelas Mukhlis.

×

Assalamualaikum,

Tinggalkan pesan anda.

× Assalamualaikum