Sahabat ZCD Serukan Go Organik Kepada Peternak Mustahik BAZNAS

Konsep back to nature  yang belakangan ini menjadi tren dalam pola konsumsi masyarakat, menuntut petani untuk mampu menghasilkan produk-produk pertanian organik yang benar-benar aman untuk dikonsumsi dan bebas dari residu bahan kimia yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Zakat Community Development menyerukan gerakan Go Organik melalui program pemberdayaan dalam sektor peternakan kepada para  mustahik di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Nazaruddin (65) salah satu mustahik program ZCD telah mantap memakai pupuk organik dari kotoran kambing sebagai pupuk dasar untuk lahan pertaniannya. Pemupukan berimbang tetap dilakukan Nazaruddin, yaitu dengan mengombinasikan antara penggunaan pupuk organik dan anorganik, namun pemakaian akan pupuk anorganik sudah jauh berkurang dari sebelumnya.

Butuh waktu satu tahun lamanya untuk melepaskan Nazaruddin dari ketergantungan akan pupuk kimia. Hal itu dikarenakan kesadaran masyarakat akan keunggulan pupuk organik masih rendah.

Melalui program ini, Sahabat ZCD sebagai pendamping program melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang konsep pembibitan ternak, meningkatkan kemampuan peternak serta kemandirian mustahik dalam berekonomi melalui beternak kambing. Peningkatan ekonomi diupayakan melalui usaha peternakan kambing serta usaha-usaha turunannya seperti pengolahan kompos, pertanian organik, usaha tanaman hias dan media tanamnya.

Dalam kegiatannya, Nazaruddin mampu menghasilkan 50 karung pupuk melaui kotoran dari 28 ekor kambing. Manfaatnya pun langsung dapat dirasakan dengan sekali masa tanam, Nazaruddin berhasil menekan biaya produksi lahannya sebesar Rp. 1.000.000.

“Alhamdulillah, dengan adanya program ZCD kami menjadi paham apa yang sebelumnya tidak kami pahami bahkan percayai” imbuhnya.

Sebagai gambaran, Program ZCD di bidang ekonomi dilakukan dalam bentuk pemberdayaan peternak kambing. Bantuan yang disalurkan kepada mustahik adalah bibit unggul kambing yang dapat dikembangbiakkan untuk 32 KK mustahik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya mendorong terwujudnya kemandirian mustahik.