BAZNAS & Pemprov Babel Santuni Lansia

PANGKALPINANG, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Babel kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi lansia (lanjut usia) se-Babel, di Masjid Mujhajirin, Kota Pangkalpinang, Rabu 31/10). Penyerahan Bantuan diberikan kepada 100 orang lansia dengan besaran masing-masing Rp 400.000,00.

Ketua Baznas Babel, H. Sofyan Tsauri menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Baznas Babel, tidak hanya penyerahan santunan, termasuk juga pembinaan terhadap lansia.

“Kami berharap kegiatan pembinaan ini tentunya dapat terus berlanjut. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, kita harapkan adalah kesadaran para muzakki untuk menunaikan kewajibannya membayar zakat, sehingga nantinya penyaluran dan santunan juga bisa meningkat. Keberadaan Baznas pun akan semakin dapat dirasakan masyarakat manfaatnya sekaligus membantu tugas pemerintah dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” Ujar Sofyan..

Sofyan juga menyakini potensi Zakat di Babel masih cukup besar. Bahkan, potensi tersebut diperkiraan bisa mencapai di atas Rp 300 Miliar/tahun. Walaupun, hingga saat ini, pencapaian untuk Baznas Babel baru Rp 8 Miliar.

“ Diharapkan sampai akhir 2018, kita tetap optimis bisa mencapai Rp 10 Miliar rupiah. Untuk itu, berbagai upaya pun akan terus dikebut oleh Baznas Babel di 3 bulan terakhir di 2018 ini,” kata Sofyan.

Sementara itu, kepala Biro Kesra Pemprov Babel dan Baznas Babel akan mampu menyantuni lebih dari 700 lansia se-Babel yang memang masuk sebagai mustahik,” ujarnya.

Asyraf juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan karena sudah pasti santunan ini sangat dibutuhkan oleh para mustahik

“Semoga dengan pembinaan dan santunan ini dapat meringankan beban masyarakat kita yang memang tidak mampu ini. Oleh karenanya, kita juga berharap santunan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya oleh para penerima manfaat dan tidak digunakan untuk hal – hal yang tidak bermanfaat atau semestinya tidak perlu, bahkan terkesan mubazir” pinta Asyraf.(Lya)

Sumber : Babelpos, Edisi 1 November 2018